Fajar

Langit masih biru semu dengan awan keabuan.
Gelap. Ya, memang pagi ini masih sangat gelap.
Pepohonan juga baru terlihat siluetnya.
Lampu lampu kuning terbias menyorot pupil yang masih ingin bercumbu dengan mimpi. 
Aku memang sedang malas mengoceh. Tapi pagi ini indah..
Entah kenapa aku jadi memerhatikan detail perjalananku sedari tadi.
Gedung gedung megah pencakar langit. Hiruk pikuk rutinitas menjelang fajar yang membosankan.
Selalu begini. Jenuh.
Dan satu hal. Pagiku tak seperti dulu. Waktu cinta terhalang tugas sekolah. Lucu memang.


Atas nama mentari yang kini tengah menyingsing, aku suka kamu walau masih kekanakan. Yang dulu. Bukan yang sekarang.

Apa daya... Mungkin petir telah menyambar radarmu. Seketika hancur untuk mengingatku.
Tapi radarku? Jangan tanyakan itu. Kapasitasnya takkan habis. Takkan patah tersapu badai.
Itu cinta monyet. Aku tau benar. Kalau boleh aku jujur.. Aku rindu cinta monyet itu. Amat sangat

Comments

Popular Posts