Pagi


Fajar mengayuh kebiruan pagi pagi
Anak kenari meracau nyaring menerpa sepi
Jejali aku dengan perih yang menggores lagi
Aku masih digerumni sendu, rindu yang belum juga terpulangi
Remuk redam menggerutu di hati

Andai kemarin embun tak meninggalkanku

Kesejukannya tak berusaha memusuhiku
Bunga merekah itu tak mengacuhkanku
Aku yakin, fajar masih akan terasa indah dalam dingin ini
Romannya tak akan sekelu ini, sayang

Remah legak tawa yang tersisa tak termanjakan kamu kini

Entah kamu yang memang tak mau atau aku yang tak mau sadar kalau kamu tak mau
Dan jalan setapak ini kupijakkan saja sendiri
Inginnya aku menggamit tanganmu bukan sudinya kamu lagi
Alkisah senyap saat aku saja yang berjalan, tidak aku dan kamu
Nama yang disebut kenangan...
Seakan memompa perihku makin mengilu
Ya, aku pilu kamu disana mersiul merdu
Abaikan rasaku yang sudah menjemu
Hari ini, aku, pagi, dan air mata yang menitik tersenyum pada punggungmu yang memudar pergi..

Comments

Popular Posts