Terlalu Asyik Bercanda
Kemarin senja di kota yang beranjak tua
Enam mata bersua yang kurasa mesra
Dengan ilustrasi mimpi langit langit keunguan menuju jingga atau sebaliknya
Indah. Aku memendam cinta luar biasa padanya
Padanya...
Padanya...
Padamu...
Pada langit langit itu
dan pada manusia yang dinaunginya
Lalu bercanda.
Aku, kamu dan pensil warna-warni
Kita sahabat. Ah, aku mulai tak paham denotasi dari sahabat.
Kamu tampak lain di depan sebotol soda ini
Di depan imajinasi-imajinasi liar yang mendekatkan keletihan
Tetiba pensil ini bergerak gesit melukis wajah-wajah penyemangat dari sang pengagum
Lalu bercanda.
Lagi-lagi kita bercanda.
Mimpi tentang dunia yang bercanda
Menilik cerita cerita bercanda
Bercanda pada jalan hidup yang bercanda
Sampai kamu mulai meracik rasaku untuk bercanda
Lalu bercanda.
Aku lupa...
Ternyata kamu terlalu asyik bercanda.
Dan kamu lupa...
Kalau aku tak pernah bercanda.



Comments
Post a Comment