membaca pelangi
aku rindu membaca pelangi
waktu sore disela-sela cemara disisa titik-titik air
kita menganga bodoh dalam senyum malu-malu
tak ada satu decakpun, hanya muka dungu saling adu
dalam hati ingin berucap tapi ragu
di kursi goyang itu kamu biasa terkantuk
memandangi langit dengan tolol sampai mengantuk
aku di depanmu
menikmatimu
meresapi setiap mimik yang kau lakukan
dan aku selalu mengeluh
meminta raja waktu memutar ulang
berulang
berulang
berulang sampai musim hujan tak pernah ada lagi
sampai pelangi tak bisa ku baca lagi.
Cepat bangun, temani aku melihat pelangi lagi.



Comments
Post a Comment