melancong pd masa lalu
Siang ini
lebih sepi dari biasanya. Nampak orang lalu lalang tapi tak begitu ramai. Aku
berjalan sendirian sepulang sekolah. Aku masih memakai seragam putih abu-abu,
dengan buku buku tebal yg ku peluk. Ya, aku masih SMA. Sepertinya masih terlalu
dini aku mengenal cinta. Tapi kali ini aku benar benar sedang jatuh cinta.
Lebih tepatnya jatuh. Saat cinta.
Terlalu
jatuh cinta amat sangat berhasil membuatku kacau. Kamu. Aku tak melihat
keindahan yang nyata pada kamu, tapi kamu... ah terlalu banyak kata terbuang
untuk menjelaskannya.
Dan hari ini
aku hanya berjalan, masih sendiri. Kehidupan jalan entah mengapa membuatku
semakin mendayu. Kemarin, beberapa bulan yang lalu, seringkali aku juga lewat
sini. Lewat jalan ini. Lewat sana. Lewat tikungan sana. Lalu meluncur kemanapun
dengan keletihan sepulang sekolah. Dengan mengabaikan tugas yang membuat gerah.
Dengan melupakan kalau besok ujian bakal diawas guru yang killer parah. Cuma sama
kamu...
Hh terbangkanlah
aku dan jagalah aku dilangit!
Pagi itu,
siang itu, sore itu, malam itu. Kamu, kamu dan selalu kamu.
Haha sudahlah,
aku jadi kembali tersadar kalo aku masih asik berjalan menikmati senja sore
sendiri, dengan pikiran yang melancong pada masa lalu.
Tapi, kenapa
kamu menjatuhkanku?
Aku cinta
kamu. Tapi aku lebih cinta Bogor. Kota ini telah membuatku merasakan segalanya.
Cinta, tawa, tangis, suka, duka, pengkhianatan, kasih sayang, kebohongan, dan
kamu :’)


Comments
Post a Comment