titled

Aku si pelamun yang selalu jatuh atas lamunannya
mungkin seperti awan jatuh
aku terbang bukan pada zamannya
membayang terlalu lekat pada suatu lampau

ingin pergi tapi tak siap pergi

ingin lari tapi terjerat lagi

risau ini bukan yang pertama

bodoh saja bila kamu tak tau
aku bukan ingin kamu
aku hanya ingin kamu selalu sendiri

layaknya secangkir kopi ini yang uapnya tengah meluber

dan gemercik hujan sore bernada
aku tak sampai hati membuangmu
entah aku masih senang disini atau kamu yang senang memaksaku disini
aku bosan belajar memahami

hey, ada pelangi!

kamu dimana?!
ada pelangi!



Comments

Popular Posts