Jantungnya



Suatu saat aku menemukan jantung jantung berserakan
Dan aku melihat seseorang memungutinya dengan manis
Berani mencoba tersenyum dengan wajah sembab tak terurus
Seperti baru menangisi yang pelik, yang hilang tak berbalik
Selendang usang membungkus leher dan terkulai sampai ke dada
Layaknya tulisan depan jalan setapak yang sengaja ada ingin dibaca
Sambil sedikit mengutuki diri halus dia membenahi jantung jantung itu lalu berdiri
Seraya menoleh, menyungging senyum dan menatapku tajam
“Aku terlalu mencintai kesakitan ini, biarkan aku bertindak apa yang kau sebut kebodohan”

Comments

Popular Posts