Perempuan saat fajar




Perempuan saat fajar
Celah jendela itu menyelipkan sedikit cahaya pagi yang memaksa seorang perempuan terjaga
Dengan badan yang masih terasa lelah, mata yang terasa besar dan kantung mata yang mengganggu
perempuan itu terpaksa terjaga dari mimpinya
Entah mimpi apa yang sudah menggelayuti malamnya
Mimpi buruk tetap menjadi bayang bayang setia fajar sampai tidurnya

Menyeret kaki menuju sorotan sinar berbau embun
Mendorong sepasang bilah kaca
Menghirup napas sesaat, lalu tercekat
Mendesah pelan “kenyataannya telah berubah dari mimpi buruk”
Kosong menyergap, merayu menatap pada atap
Sejenak ada sesuatu yang memaksa untuk diam meratap

Fajar ini ditemani hujan kecil kecil
Perempuan mencandu bunyi bunyi air jatuh menyicil
“Secangkir teh hangat sepertinya enak” begitu dalam benak
Tapi raga, jiwa, iganya pagi ini tak terancang untuk itu
Simfoni lirih membikin fajar ini semakin pekat
Sarat akan ambisi berkepanjangan tak terawat

Perempuan saat fajar..
Membenci fajar, menjauhi fajar, menangisi fajar, terbunuh oleh fajar, dirajam oleh fajar
Kasihan.
Perempuan saat fajar..


Comments

Popular Posts